Jumat, 01 September 2017

SELEKSI MANUSIA

allah menyeleksi manusia
seleksi manusia


"Bagaimana Keadaan kalian dengan zaman yang hampir tiba, disaat manusia dipisah dan dipilah-pilah, lalu yang tersisa hanyalah orang-orang yang hina di antara manusia? Mereka telah merusak dan mencampur aduk amanat dan perjanjian, yang membuat mereka saling berselisih, dan beginilah keadaan mereka" Beliau menjalin jari jarinya. Mereka bertanya, "Bagaimana keadaan kami, wahai Rasulullah, jika keadaannya seperti itu?" Beliau menjawab, "Peganglah dengan erat apa yang kalian ketahui dan tinggalkan apa yang kalian ingkari, terimalah dari orang-orang tertentu kalian dan tinggalkanlah urusan orang awam kalian."
(Riwayat Ibnu Majah)

Di antara tanda-tanda datangnya hari kiamat adalah munculnya fitnah besar yang bercampur antara kebenaran dan kebatilan. Dampaknya, iman menjadi goyah sehingga seseorang beriman pada pagi hari dan menjadi kafir pada sore hari, beriman pada sore hari menjadi kafir pada pagi hari.Rasulullah Shalallahu 'Alaihi was Salam mengingatkan umatnya agar berlindung dari fitnah tersebut. dan tidak ada yang bisa melindungi kecuali keimanan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Nabi Shalallahu 'Alaihi was Salam bersabda,

"Mohonlah perlindungan kepada Allah dari segala fitnah, yang nampak darinya dan yang tersembunyi."
(Riwayat Muslim)

Para ulama menjelaskan bahawa Hadits diatas sebagai isyarat akan datangnya saringan atau seleksi Allah Subhanahu wa Ta'ala terhadap hamba-hamba-Nya. 

"Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu benar-benar akan mendengar dari orang-orang yang diberi al-Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertaqwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan."
(Ali 'Imran [3]: 186)

Menurut Syaikh 'Abdurrahman as-Sa'di, dalam Taisirul Karimir-Rahman fi Tafsir Kalamil-Mannan, ayat ini (diatas) menjelaskan bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala menguji kaum Mukminin dengan harta melalui perintah untuk mengeluarkan sadaqah wajib dan sunah serta untuk berjuang di jalan-Nya. Mereka juga diuji dengan datangnya musuh atau orang-orang dzalim yang akan menghancurkan mereka sampai tidak ada jalan lain kecuali berjihad demi menjaga keimanan. Tidak ada jalan lain bagi orang beriman kecuali menjaga ketaqwaan dalam kesabaran dengan niat mengharap wajah dan mendekatkan diri kepada-Nya. Tidak ada yang diberi taufik untuk dapat melakukan ini kecuali orang-orang yang memiliki tekad kuat dan semangat tinggi. 

keimanan manusia akan diuji oleh Allah


Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, 

"Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar."
(Fushshilat [41]: 35)

Ujian adalah sunnah kauniyah atau ketetapan Allah Subhanahu wa Ta'ala bagi setiap Muslim. Allah berfirman:

"Demikianlah, apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka, tetapi Allah hendak menguji sebagian kamu dengan sebagian yang lain."
(Muhammad [47]: 4)

Rasulullah Shalallahu 'Alaihi was Salam pun bersabda,

"Sesungguhnya besarnya pahala tergantung dengan besarnya ujian. Sesungguhnya, apabila Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan mengujinya. Siapa yang ridha dengan ujian itu, maka ia akan mendapat keridhaan-Nya. Siapa yang membencinya, maka ia akan mendapatkan kemurkaan-Nya"
(Riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majah)

beberapa tanda datangnya hari kiamat
tanda-tanda kiamat


Menjelang Kiamat, Allah Subhanahu wa Ta'ala akan mencabut nyawa-nyawa orang-orang beriman yang tersisa hanyalah orang-orang buruk dan tidak ada kebaikan dalam dirinya. Dari 'Abdullah bin 'Amr RA, Rasulullah Shalallahu 'Alaihi was Salam bersabda,

"Tidak akan tiba hari Kiamat hingga Allah mengambil orang-orang baik dari penduduk bumi, sehingga yang tersisa hanyalah orang-orang yang buruk, mereka tidak mengetahui yang baik dan tidak mengingkari yang munkar"
(Riwayat Ahmad, sanad shahih menurut Ahmad Syakir)


Setelah orang-orang baik (shalih) meninggal, manusia mengangkat orang-orang buruk sebagai pemimpin. Sebagian ulama mengatakan, fenomena itu telah terjadi di zaman ini, kebanyakan pemimpin masyarakat adalah orang yang rendah keshalihan dan keilmuannya. Sesuai dengan hadits Nabi Shalallahu 'Alaihi was Salam,

"Sesungguhnya akan datang pada manusia tahun-tahun penuh dengan tipuan, seorang pembohong dibenarkan dan seorang jujur dianggap berbohong, seorang pengkhianat dipercaya dan seseorang yang dipercaya dianggap khianat, dan saat itu Ruwaibidhah akan berbicara." 
Ditanyakan kepada beliau, "Siapakah Ruwaibidhah itu?" Beliau menjawab,
"Ia adalah orang bodoh yang berbicara tentang urusan orang banyak (umat)."
(Musnad Imam Ahmad)

Semestinya orang-orang yang beragama dan bertaqwalah yang lebih diutamakan dalam menanggung urusan masyarakat. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,

"...... Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. ....."
(Al-Hujurat [49]: 13).


Semoga bermanfaat untuk kita semua.



Best Regards,


Orriezza

Penulis asli Bahrul Ulum/ Suara Hidayatullah
Majalah Suara Hidayatullah Edisi 3/ XXIX/ Juli 2017/ Syawal 1438 H
Diringkas dengan tidak mengurangi / mengubah isi / kandungan tulisan by Orriezza

Gambar diambil dari berbagai sumber melalui google.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar